KANKER HATI DAPAT DICEGAH

 Apa itu Kanker Hati?

Kanker Hati

Kanker Hati

Kanker hati merupakan kanker yang akhir-akhir ini semakin dikenal masyarakat sebagai penyebab kematian. Kanker hati pada awalnya tidak menimbulkan gejala, oleh karena itu pemeriksaan oleh dokter secara berkala perlu dilakukan pada kelompok yang memiliki risiko tinggi.

Sebagian besar (90%) penderita kanker hati datang ke dokter dalam stadium lanjut. Ini disebabkan karena kerusakan hati baru menimbulkan gejala yang mencolok bila kerusakan tersebut cukup luas.

Apa Gejalanya ?

Gejala yang sering dijumpai adalah berat badan menurun, rasa mual dan muntah, ada kalanya mata dan kulit berwarna kuning, kadang disertai demam.

Apabila kanker hati disertai penyakit yang berat, maka dapat terjadi perdarahan saluran cerna atas yang menyebabkan gejala muntah darah dan buang air besar berwarna kehitaman seperti kopi atau ter.

Pada sebagian kasus, dapat terjadi ketegangan di daerah perut yang mendadak disertai rasa sakit hebat.

Siapa Kelompok Risiko Tinggi ?

Kelompok Risiko tinggi dan memerlukan pemeriksaan berkala adalah :

  1. Pengidap HBsAg (pada pemeriksaan darah megandung virus hepatitis B)
  2. Penderita penyakit hati kronis, baik degan HBs Ag positif maupun negatif
  3. Penderita hepatitis C kronis (pada pemeriksaan lab darah mengandung anti HCV sebagai penanda virus hepatitis C)
  4. Pecandu alcohol.
  5. Mereka yang di antara anggota keluarganya ada yang menderita kanker hati primer.
  6. Di daerah yang banyak ditemukan infeksi parasite cacing hati (Clonorcic sinensis).

Apa Hubungan Kanker Hati dengan Hepatitis B ?

Kanker hati sering ditemukan pada orang-orang yang mengidap virus Hepatitis B kronis (dapat dideteksi dari lab darah). Pada pemeriksaan darah penderita kanker hati ternyata diketahui 65% di antaranya mengandung pertanda terkena infeksi Hepatitis B. Sebagian besar dari yang terkena infeksi virus hepatitis B dapat sembuh, sebagian kecil berkembang menjadi penyakit radang hati (Hepatitis B) menahun. Sekitar 10 % di antaranya berkembang menjadi KANKER.

Di Indonesia, jumlah pengidap infeksi virus Hepatitis B diperkirakan sekitar 6 – 8 %. Tingginya angka ini terutama disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat akan penyakit ini dan cara-cara penularannya.

Bagaimana Cara Penularan Hepatitis B?

Penularan Hepatitis B dapat terjadi melalui :Penularan Hepatitis B

  • Hubugan seks atau berciuma dengan penderita (minor lesi).
  • Pemakaian alat- alat kedokteran yang tercemar/ bekas dipakai penderita yang sterilisasinya tidak memenuhi syarat (misalnya : jarum suntik, alat perawatan gigi, tindik telinga, akupuntur, atau tattoo).
  • Sentuhan dengan cairan tubuh penderita melalui luka di kulit yang terbuka atau selaput lender mata dan mulut.
  • Transfusi darah yang tercemar/ mengandung virus Hepatitis B.
  • Ibu hamil/ ibu yang menyusui kepada bayinya.

Adakah vaksinasi Hepatitis B ?

Penularan Hepatitis B pada anggota keluarga atau orang-orang lingkungan terdekat dari seorang penderita penyakit hati kronis dan mengidap virus hepatitis B dapat dicegah dengan imunisasi.

Oleh karena kanker hati dapat berkembang pada sebagian kecil penderita penyakit Hepatitis B kronis, maka pencegahan dengan vaksinasi virus Hepatitis B diharapkan bermanfaat juga mencegah kanker hati.

Vaksinasi Hepatitis B dapat dilakukan pada bayi, anak, maupun dewasa. Usahakan vaksinasi Hepatitis B sedini mungkin, terutama pada anggota-anggota kelompok yang berisiko tinggi terkena infeksi virus Hepatitis B. Bagi orang dewasa yang waktu bayinya telah mendapat imunisasi Hepatitis B, tetap perlu megulang penyuntikan di masa dewasa sebanyak 3 dosis.

Di mana Vaksinasi Hepatitis B didapatkan?

Vaksin Hepatitis B dapat disuntikan di fasilitas- fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Imunisasi, dan dokter praktek pribadi yang menyediakan layanan imunisasi.

Kontak lebih lanjut (untuk reservasi hubungi)

In Harmony Immunity Clinic – Jl.Percetakan Negara IVB No.48 Jakarta Pusat

No telp : 021- 4220 214 / 424 8790 / 085 32 32 32 901

Tidak hanya bayi dan anak-anak yang membutuhkan imunisasi, namun imunisasi Hepatitis B pun dibutuhkan oleh orang dewasa.

 

Siapa Kelompok Risiko Tinggi Terkena Hepatitis ?

Kelompok risiko tinggi terkena infeksi virus Hepatitis B adalah :

  • Bayi baru lahor dari ibu yang mengidap infeksi Hepatitis B.
  • Penderita yang memerlukan transfuse darah yang berulang yang tidak melalui penyaringan PMI
  • Penderita dengan pengobatan jangka panjang yang memerlukan obat-obatan imunosupresif (menekan daya tahan tubuh).
  • Seorang yang menjalani hemodialysis yang berulang-ulang
  • Seorang pecandu narkotik (yang menggunakan jarum suntik bergantian)
  • Anak- anak yang tinggal di daerah endemis Hepatitis B

Kelompok risiko tinggi terkena infeksi virus Hepatitis C adalah :

  • Seorang pecandu narkotik yang menggunakan jarum secara bergantian.
  • Seoarang yang sering mendapat transfusi darah yang tidak melalui penyarinan dari PMI
  • Seorang yang mengalami tindakan bedah dan tusukan-tusukan menggunakan alat- alat yang tidak steril.

Apakah Aflatoksin Berpengaruh Pada Kanker Hati?

Makanan yang tercemar jamur, (karena mengandung aflatoksin) dapat berperanan dalam perkembangan kanker hati. Seorang yang sering mengkonsumsi makanan yang mengandung aflatoksin dalam kadar yang cukup tinggi, lebih berisiko terkena kanker hati.

Aflatoksin terbentuk pada bahan makanan yang disimpan berbulan- bulan dalam udara panas dan lembab sehingga memungkinkan tumbuhnya jamur aspergilus flavus.

Meningkatnya cuaca di Indonesia yang rata-rata bersuhu panas dan kelembaban tinggi, mengakibatkan aflatoxin mudah terbentuk. Aflatoxin tidka dapat hilang pada pemasakan biasa (suhu 150 -200 C). Walaupun telah dimasak, makanan yang tercemar aflatoksin masih tetap berbahaya dan belum bebas sebagai factor penyebab kanker hati.

Pemeriksaan Apa Untuk Deteksi Kanker Hati ?

USG adalah suatu cara pemeriksaan hati degan mempergunakan ultrasonografi. Cara ini merupakan pemeriksaan penyaring yang paling sederhana untuk kanker hati.

Pemeriksaan laboratorium untuk menentukan kadar AFP (Alfa Feto Protein). Apabila kadar AFP dalam darah, patut dicurigai adanya kanker hai.

Pada biopsi jaringan hati yaitu pengambilan contoh jaringan hati untuk diperiksa di bawah mikroskop apakah ditemukan sel hati yang berubah menjadi kanker. Pemeriksaan in dilakukan jika ditemukan kelainan pada USG.

Apakah Perilaku Hidup Sehat dapat Mengurangi Risiko Kanker Hati?

Ya, perilaku hidup sehat dapat mengurangi risko terkena kanker hati, yaitu antara lain dengan :

  • Mencegah infeksi Hepatitis B dengan melakukan VAKSINASI
  • Banyak mengkonsumsi makanan segar
  • Menghindari makanan yang mengandung Aflatoksin
  • Menghindari minuman alkohol.

Untuk MENCEGAH Kanker Hati :

Lakukan :

  • Imunisasi Hepatitis B

  • Makan makanan segar.

Hindari :

  • Makanan yang diawetkan

  • Makanan yang disimpan lama

  • Alkohol

Sumber : Yayasan Kanker Indonesia (YKI), PATH (Program for Appropriate Technology in Health).

2 Responses to KANKER HATI DAPAT DICEGAH

  1. maillot de foot pas cher says:

    maillot de foot pas cher…

    Very good weblog! I genuinely enjoy how it is simple on my eyes and the information are properly prepared.I am pondering how I may well be notified when a new submit has been manufactured.I’ve subscribed to your RSS feed which have to do the trick! Ha…

  2. That is really attention-grabbing, You are an overly skilled blogger. I have joined your feed and sit up for searching for more of your wonderful post. Additionally, I’ve shared your website in my social networks!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>