Apa Saja sih Efek Samping Vaksin Kanker Serviks Gardasil/Cervarix?

vaksin hpv

Suatu siang saat sedang berkendara, seorang pasien yang telah mempercayakan keluarganya untuk mendapatkan vaksinasi kanker serviks pada klinik kami, tiba-tiba menelepon dan menanyakan keamanan vaksin kanker serviks. Ia bercerita bahwa ia mendapatkan selentingan dari beberapa teman dan membaca dari beberapa website mengenai efek samping vaksin kanker serviks yang tampak begitu menakutkan.

Nah, apa saja sih sebenarnya efek samping vaksin kanker serviks? Dan bagaimana kita menyikapi berbagai informasi yang berseliweran di dunia maya tanpa ada orang yang bertanggungjawab dibalik kebenaran informasi tersebut? Simak beberapa artikel yang akan saya tayangkan dalam beberapa hari kedepan.

 Setiap vaksinasi yang akan diluncurkan, harus telah melalui beberapa tahapan uji klinis. Semua database mengenai vaksinasi, termasuk indikasi dan efek sampingnya, disimpan dengan rapi oleh sebuah badan pengawasan penyakit yang dikenal sebagai Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Data menyangkut semua vaksinasi yang ada di dunia dapat dicari disini .

Badan CDC dan FDA telah menganalisa berbagai kejadian ikutan yang dilaporkan melalui mekanisme VAERS (Vaccine Adverse Event Reporting System), termasuk di antaranya vaksin HPV (Kanker Serviks) – Gardasil dan Cervarix. CDC-FDA telah menganalisa kejadian ikutan paska vaksinasi HPV dengan Gardasil yang diluncurkan sejak Juni 2006 hingga Desember 2008, yang kemudian dipublikasi dalam Journal of The American Medical Association (JAMA) edisi 19 Agustus 2009 yang bertajuk, Postlicensure Safety Surveillance for Quadrivalent Human Papillomavirus Recombinant Vaccine.

Penelitian ini memperhatikan semua pola dari berbagai kejadian ikutan yang terlaporkan dalam VAERS sejak vaksin HPV pertama mendapat lisensi (Juni 2006) hingga 31 Desember 2008 dan merupakan studi paska-lisensi HPV yang pertamakali dipublikasi secara luas, dan menyangkut penelusuran klinis dari rekam medis pasien-pasien yang melaporkan VAERS.

Temuan ini secara umum tidak berbeda dengan laporan keamanan vaksin-vaksin lain yang direkomendasikan untuk kelompok usia yang sama (9 – 26 tahun), seperti meningitis dan Tdap. Berdasarkan penelusuran informasi FDA dan CDC, vaksin HPV masih terbukti aman dan efektif, dan manfaatnya jelas melebihi risikonya.

Temuan utama yang terdapat dalam studi tersebut termasuk:

  • Lebih dari 23 juta dosis telah diberikan di Amerika sejak vaksin HPV dilisensikan Juni 2006. Terdapat 12.424 laporan VAERS setelah vaksinasi HPV hingga Desember 2008.
  • Sejak vaksin HPV disetujui, mayoritas kejadian ikutan yang dilaporkan (sebanyak 94%) setelah vaksinasi HPV adalah kejadian ikutan yang tidak serius. Kejadian ikutan dianggap serius apabila:
    • Mengancam nyawa
    • Mengakibatkan kematian
    • Disabilitas permanen
    • Kelainan bawaan lahir
    • Perawatan di rumah sakit atau perpanjangan perawatan
  • Kejadian ikutan yang paling sering dilaporkan adalah:
    • Sinkop (pingsan) – umumnya dijumpai pada penyuntikan anak-anak remaja
    • Reaksi lokal pada lokasi suntikan (merah dan nyeri)
    • Rasa melayang
    • Mual
    • Sakit kepala
  • Dari 12.424 laporan kejadian ikutan, 772 (6%) merupakan kejadian ikutan yang serius, termasuk 32 laporan kematian
  • Dari 32 kasus kematian tersebut, dilakukan pemeriksaan dan terbukti tidak ada pola khusus mengenai penyebab kematian dan tidak ada pola yang mengarah pada vaksinasi sebagai penyebab. Pada kasus-kasus yang dilakukan otopsi dan penelusuran rekam medis dan surat kematian, penyebab kematian merupakan faktor-faktor diluar vaksinasi. Beberapa penyebab kematian mereka adalah diabetes, infeksi virus, penggunaan obat-obatan terlarang, dan gagal jantung.
  • Terdapat dua laporan penyakit saraf yang tidak wajar yang secara otopsi dinyatakan sebagai kemungkinan varian Amitrophic Lateral Sclerosis (ALS), seringkali dinyatkan sebagai penyakit Lou Gehrig. Saat ini belum terdapat bukti bahwa vaksin HPV menyebabkan penyakit tersebut, namun beberapa ahli sedang mempelajari kasus tersebut.
  • Beberapa laporan sinkop dan emboli paru (penyumbatan bekuan darah di paru-paru), dinyataan bahwa mereka yang mengalami emboli paru memang 90% memiliki faktor risiko pembekuan darah seperti penggunaan pil KB. VAERS tidak dapat membuktikan bahwa vaksin tersebut menyebabkan kejadian tersebut, namun temuan ini membutuhkan investigasi lebih lanjut.

Dari fakta-fakta di atas dapat kita ambil kesimpulan sementara bahwa vaksinasi HPV memang memiliki beberapa kejadian ikutan (yang sering disebut sebagai efek samping), namun mayoritas kejadian ikutan tersebut adalah kejadian ikutan yang ringan dan dapat ditoleransi atau dapat diatasi dengan mudah. Beberapa kejadian ikutan serius yang dilaporkan terbukti tidak berhubungan dengan vaksinasi, namun CDC & FDA terus mengawasi dan masih melakukan investigasi untuk membuktikan secara ilmiah dan rasional apabila terdapat laporan-laporan VAERS dari vaksinasi HPV ini.

Untuk mengantisipasi masalah-masalah di atas, maka FDA dan CDC telah mengambil berbagai langkah nyata. Salah satu di antaranya adalah mengingatkan tenaga medis/vaksinator untuk melakukan observasi terhadap pasien selama minimal 15 menit setelah vaksinasi, termasuk vaksinasi HPV. Mereka mengedukasi tenaga medis dan publik mengenai perlunya pengawasan terhadap kejadian pingsan setelah vaksinasi. Selain itu, berbagai penelitian telah dijalankan dan para peneliti mendapatkan akses terhadap kasus-kasus yang dilaporkan sebagai kejadian ikutan paska vaksinasi. Mereka mengembangkan Vaccine Safety Datalink (VSD) dengan desain real-time surveillance untuk memonitor berbagai kejadian ikutan. Hingga saat ini, VSD belum mendeteksi adanya peningkatan risiko efek samping serius akibat vaksinasi HPV.

 

Kontributor:

 

dr Kristoforus HD

Seorang dokter penyakit dalam dan sekaligus ahli vaksinologi dan terapi alternatif dengan TCM. Direktur sekaligus pendiri dari In Harmony Clinic – sebuah klinik Medis, Alternatif, dan Preventif, yang berfokus pada Pencegahan melalui vaksinasi dan penggunaan suplemen-suplemen herbal yang bersertifikat dan telah teruji. Untuk info, Klik www.Inharmonyclinic.com atau hubungi  021- 4220 214 /424 8790 / 0816973693. Ingin berkonsultasi? Silakan Add PIN: 7D567F5F / 7DE2B8BB

2 Responses to Apa Saja sih Efek Samping Vaksin Kanker Serviks Gardasil/Cervarix?

  1. Hey there! This is my first visit to your blog! We are a collection of volunteers and starting a new project in a
    community in the same niche. Your blog provided us beneficial information to work
    on. You have done a extraordinary job!

Leave a Reply to meta melvina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>