Pentingnya Imunisasi TYPHOID / TIFUS Bagi Keluarga

Korban Demam Tiphoid

 tifoidDalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut. Demam tipes atau tifoid merupakan masalah serius di negara-negara berkembang,yang mana mengenai sekitar 22 juta anak-anak maupun dewasa per tahun. Perlubangan usus ( perforasi usus ) merupakan salah satu bentuk komplikasi serius akibat typhoid yang dapat menyebabkan kematian. Setiap tahun, sekitar 216.000-600.000 di antaranya meninggal dunia karena penyakit ini.

Cara Penularan Tiphoid

Salmonella Typhi, kuman penyebab tifoid, dapat menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh agen penyakit ini. Kontak yang bersifat langsung dan intens dengan orang yang terinfeksi juga meningkatkan risiko seseorang untuk tertular, terlebih jika daya tahan tubuhnya tengah melemah. Bakteri ini dapat terbawa dalam saluran pembuangan atau aliran darah.

Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.

Gejala Demam Tiphoid, Diagnosis dan Pengobatannya

Gejala yang dialami penderita Tipes dapat diuraikan menjadi berikut ini :

  • Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Terjadi selama 7-10 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun lagi.
  • Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak enak di perut, sembelit atau terkadang sulit buang air besar, dan diare.
  • Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun.

Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat. Obat harus diminum sampai habis ( 7 – 10 hari ). Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali. Tak jarang juga penderita tipes ini harus dirawat di Rumah sakit karena tidak bisa makan dan minum.

Bagaimana Agar Tidak Terkena Tiphoid ?

Bila anda sering menderita tifoid kemungkinan besar makanan atau minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya. Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu. Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Tipes.

Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin Tipes atau Tifoid yang disuntikkan dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut.

Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes.

Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya) tetap mengkonsumsi obat.

Siapa dan kapan harus vaksinasi?

Vaksinasi typhoid direkomendasikan untuk beberapa prioritas kelompok sebagai berikut :

  • para traveller ( pelancong ) yang berpergian menuju daerah ( negara ) epidemik.vaksin tipes
  • mereka yang berinteraksi dekat dengan penderita typhoid karier.
  • tinggal / merawat anggota keluarga yang sedang terkena tipes.
  • para pekerja laboratorium yang bekerja dengan materi yang berkaitan dengan bakteri salmonella typhi.
  • Dokter yang memegang bangsal dan memeriksa pasien tiphoid
  • anak – anak usia sekolah ( rentang usia 5 – 15 tahun ) merupakan kelompok usia yang paling sering terkena typhoid.
  • Orang yang ingin mendapat perlindungan terhadap penyakit Tipes

Intinya semua orang yang tinggal di daerah endemis tipes perlu mendapatkan vaksinasi.

Apakah vaksin demam typhoid aman dan efektif?

Salah satu jenis vaksin yang tersedia saat ini adalah vaksin demam typhoid polisakarida   inaktif. Beberapa keunggulan vaksin jenis ini diantaranya, efektifitasnya yang baik untuk mencegah typhoid dengan perlindungan hingga 3 tahun, tingkat kenyamanan dengan efek samping lokal yang bersifat sementara dan segera hilang.

Sebuah studi terbaru di India melaporkan,vaksin ini tak hanya efektif melindungi individu yang divaksin dari demam tifoid, keluarga dan lingkungan di sekitarnya pun dapat ikut merasakan manfaatnya. Dalam dunia kesehatan, fenomena ini disebut herd immunity,yaitu ketahanan kelompok terhadap serangan penyakit, di mana sebagian besar anggotanya bersifat imun (kebal).

Efek samping yang mungkin terjadi
- reaksi alergi
- demam (terjadi pada 1 dari 100 orang)
- Sakit kepala (terjadi pada 3 dari 100 orang)

Bagaimana cara mendapatkan vaksinasi demam typhoid?

Vaksin tifoid adalah vaksin yang masih langka di Indonesia, oleh karena itu sulit untuk mendapatkan vaksinnya, hanya klinik Imunisasi saja yang sedia vaksin tifoid.

Klinik In Harmony dapat memberikan pelayanan HOME SERVICE pada keluarga Anda untuk vaksinasi Typhoid.

Hubungi : 021 – 314 00 86 / 021- 4200 214 dr Meta 085 32 32 32 901 untuk reservasi penyuntikan Home Service dan pemesanan vaksin.

2 Responses to Pentingnya Imunisasi TYPHOID / TIFUS Bagi Keluarga

  1. ani says:

    Apakah vaksin ini aman bagi penderita darah tinggi dan diabetes?

  2. taufik says:

    Dear Dr.

    Bagaimana cara mendapatkan vaksin Thypoid dan berapa harganya.
    Lokasi saya di Batam. Kepulauan Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>