Sumber Vitamin C

Lewat Mana Saja Kita Mendapat Vitamin C ?

1. Oral (dimakan / diminum melalui mulut)

Buah- buahan yang banyak mengandung vitamin C adalah buah yang berwarna kuning, oranye hingga merah. Namun seberapa jumlah vitamin C dalam 1 buah tidaklah bisa ditakar, jadi sulit mengetahui apakah asupan vitamin C nya sudah cukup atau belum.
Suplemen vitamin C berupa tablet atau kaplet ataupun minuman segar banyak ditemukan dengan dosis bervariasi antara 500 mg hingga 1000 mg. Vitamin C  yang dikonsumsi lewat oral sulit diprediksi berapa banyak yang sampai ke jaringan kulit, karena harus melewati siklus enterohepatik (pembuangan di usus dan liver), sebelum terserap di darah. Setiap orang berbeda-beda penyerapannya sehingga tidak dapat dinilai berapa dosis yang cukup untuk tersedianya cadangan vitamin C dalam jaringan khususnya kulit.

2. Formula Topikal (Krim / Serum / Sticker)

Di pasaran, vitamin C yang dioleskan berupa Krim, serum atau patches. Dari ketiganya, hanya bentuk SERUM yang mengandung vitamin C aktif dan hampir tidak berwarna. Vitamin C adalah senyawa yang tidak stabil, mudah teroksidasi, dan meninggalkan warna kuning di wajah. Stabilitasnya didapatkan jika campuran dikontrol pH nya di bawah 3,5. Pada pH ini, ion charge hilang dan dapat menyerap dengan baik menembus lapisan kulit stratum korneum.
Efikasi vitamin C bentuk serum hanya 20 %. Half life tercapai dengan minimal penggunaan 4 hari , 8 jam sehari. Jika campuran ditambahkan tirosin dan zinc, penelitian menunjukkan efektifitasnya di jaringan meningkat 20 kali dibandingkan tanpa campuran tersebut. Agar kulit tidak mudah menjadi gelap jika terkena sinar matahari, kulit harus memiliki cadangan vitamin C, maka dari itu setelah paparan sinar matahari, baiknya menggunakan vitamin C secara rutin.
Banyak sediaan Vitamin C di pasaran, yang terbaik menurut penelitian adalah bentuk MAP ( Magnesium ascorbyl phosphate) karena paling stabil, mudah diserap kulit, memiliki efek hidrasi agar kulit tidak kering, dan menurunkan penguapan cairan melalui kulit, juga bebas dari radikal bebas sehingga memiliki efek photoprotektif dan meningkatkan sintesis kolagen.
Penggunaan vitamin C topikal ( yang dicampurkan dalam krim wajah/ kulit) diaplikasikan minimal 3 bulan secara berturut-turut sehingga bisa menghasilkan kulit yang halus.

3. Suntikan 

Banyak sekali jenis suntikan vitamin C yang biasa diberikan dan harganya pun bermacam-macsm mulai dari yang murah di bawah 100 ribubingga yang mahal mencapai 1 juta rupiah. Ada kualitas dan keunggulan dari variasi penggunaan vitamin C.
Jenis vitamin C yang beredar di pasaran :
1. Laroscorbine
2. Vit C ethica
3. Platinum
4. MJ Diamond

Efek Samping

Semua obat memiliki efek samping. Walaupun tidak semua orang akan mengalami efek samping dari obat. Efek samping penggunaan vitamin C terjadi jika vitamin C yang diberikan jauh melebihi kebutuhan tubuh sehingga vitamin C berikatan dengan kalsium darah dan membentuk batu ginjal. Namun hal ini jarang terjadi dan dapat dikurangi dengan penyuntikan vitamin C sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan, banyak minum setelah penyuntikan, pemeriksaan urinalisa rutin setelah 10 kali mendapat dosis vitamin C.

Dosis vitamin C

1. Untuk pencerahan kulit
     Dilakukan 2 minggu sekali dengan dosis 1000-2000 gram per hari
2. Vitamin C sebagai anti radang
     Diberikan setiap hari, dengan dosis mg/ hari

Penyuntikan vitamin C tanpa rasa sakit

Vitamin C adalah senyawa yang bersifat asam oleh karena itu jika terkena jaringan kulit akan berasa perih, dan memar. Namun jika penyuntikan tersebut langsung masuk ke pembuluh darah dan menggunakan jarum yang bagus, kecil dan tajam, serta jika disuntikkan oleh dokter yang sudah ahli, penyuntikan ini tidak lagi disertai rasa sakit ataupun kebiruan.
Informasi lebih lanjut :
dr Meta Melvina
Klinik Vaksin In Harmony
jl Percetakan Negara IV B no 48 Jakarta Pusat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>