VITAMIN C : untuk kesehatan kulit

Infus Vitamin C

Infus Vitamin C

Vitamin C adalah antioksidan yang poten yang dapat digunakan sebagai obat oles ataupun disuntikkan ke dalam tubuh.

Hampir setiap orang menginginkan kulit putih dan mulus bagaikan bintang film Korea. Namun Indonesia yang ada di daerah tropis dan khatulistiwa dengan paparan sinar matahari yang kuat membuat kulit menjadi kusam, kering, berkeringat, mudah berjerawat.

Vitamin C sebagai antioksidan

 
Vitamin C adalah antioksidan yang paling banyak terdapat di kulit yang berguna untuk melindungi kulit dari ROS (reactive oxygen species). Karena vitamin C adalah vitamin larut air, fungsinya berjalan di sel yang mengandung banyak air. Ketika kulit terpapar oleh sinar Ultraviolet, terbentuklah ROS, ion superoksida, peroksida dan Oksigen dengan rantai tangan terputus (singlet oxygen). Vitamin c melindungi kulit dari stres oksidatif dengan cara mendonorkan elektron untuk menetralisir radikal bebas. Setelah itu vitamin C menjadi teroksidasi, namun tidak reaktif, apalagi jika ditambahkan dengan adanya glutation, vitamin C teroksidasi dapat diubah kembali menjadi senyawa vitamin C.

Vitamin C melindungi kulit dari sinar UV dan kerusakan kulit

Sinar ultraviolet yang mengenai kulit membuat tubuh menghasilkan ROS dan mediator inflamasi yang mengubah membran sel, DNA dan protein tubuh termasuk kolagen sehingga dapat merusak kulit.
Stres oksidatif pun melalui ROS merangsang AP-1 (activator protein1) yang meningkatkan produksi matrix mettalloproteinase (MMP) sehingga menyebabkan penghancuran kolagen. Seperti kita ketahui, kolagenlah yang membuat kulit menjadi kenyal.
Stress oksidatif menginduki faktor kappaB (NFkB) yang memiliki andil dalam proses radang dan penuaan kulit. ROS pun meningkatkan kadar mRNA di fibroblas kulit sehingga mengurangi elastisitas kulit.
Antioksidan sangat dibutuhkan untuk menetralisir pembentukan ROS karena paparan sinar UV. Catatan penting, vitamin C cukup efektif menangkal UVA (290-320 nm) dan UVB (30-400 nm). UVA merubah dan merusak kolagen, elastin, proteoglikan dan struktur kulit lainnya. UVB menyebabkan kulit terbakar. ROS, mutasi epidermis dan kanker kulit.

Vitamin C dan sintesis kolagen

Vitamin C penting untuk pembentukan kolagen. Vitamin C bertindak sebagai kofaktor enzim prolisil dan lisil hodroksilase, di mana enzim tersebut bertanggung jawab untuk menstabilkan molekul kolagen agar tidak cepat rusak dan membuat molekul kolagen satu berikatan dengan molekul kolagen lain sehingga kulit menjadi lebih kenyal. Selain itu, vitamin C menstimulasi proses peroksidasi lemak, di mana hasil akhirnya adalah malondialdehid yang kemudian menstimulasi gen pembentuk kolagen (collagen gene expression).
Vitamin C secara langsung mengaktifasi transkripsi pembentukan kolagen dan menstabilkan mRNA prokolagen. Tanda dan gejala penyakit skorbut, penyakit kekurangan vitamin C, adalah karena sintesis kolagen yang terganggu. Uji klinis telah membuktikan bahwa pemakaian salep vitamin C pada orang muda dan manula sama-sama meningkatkan pembentukan kolagen.

Vitamin C sebagai zat anti pigmentasi

Ketika memilih sebuah obat untuk memutihkan kulit, harus jeli dan bisa membedakan apakah substansi tersebut toksik (meracuni) sel melanosit (sel pembawa zat warna kulit) dan apakah subtansi tersebut menginterupsi langkah-langkah melanogenesis (pembentukan pigmen). Vitamin C adalah salah satu subtansi yang menginterupsi langkah melanogenesis. vitamin C bereaksi dengan ion Cu dalam darah di situs aktif tirosinase dan mencegah kerja enzim tirosinase sehingga bisa menurunkan produksi melanin. Vitamin C juga bekerja di pigmen yang dekat dengan ujung bulu. Namun vitamin C adalah komponen yang tidak stabil, maka sebaiknya ditambahkan dengan konsumsi kedelai dan jeruk untuk efek jangka panjangnya.

Vitamin C sebagai zat anti radang (anti inflamatory)

Vitamin C menghalangi kerja NFkB yang bertanggung jawab dalam pengaktifan sitokin pro radang seperti TNF alfa, IL-1, IL-6, IL-8. Oleh karena itu vitamin C memiliki kekuatan untuk mencegah radang dan dapat digunakan untuk kasus acne vulgaris (jerawat) dan rosasea (radang kulit). Vitamin C juga membantu memepercepat penyembuhan luka dan mencegah terbentuknya kehitaman pada kulit setelah peradangan.
Sumber : Indian Dermatology Online Journal
Informasi lebih lanjut :
dr Meta Melvina
Klinik Vaksin In Harmony
jl Percetakan Negara IV B no 48 Jakarta Pusat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>